Sabda Rasulullah SAW: "Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian".
Islam telah menyarankan pola pendidikan yang terbaik guna menyiapkan generasi kuat dan handal. Empat belas abad berlalu bukan berarti sistem yang ditawarkan Islam menjadi basi, justru sebaliknya. Komprehensifitas ini nampak dari kedalaman makna dan universalitas konsep pendidikan yang menghendaki kebaikan bagi manusia dunia dan akhirat.
Saat ini, pendidikan berada di masa pengetahuan (knowledge age) dengan percepatan peningkatan pengetahuan yang luar biasa. Percepatan peningkatan pengetahuan ini didukung oleh penerapan media dan teknologi digital yang disebut dengan information super highway (Gates, 1996). Sejak internet diperkenalkan di dunia komersial pada awal tahun 1970 an, informasi menjadi semakin cepat terdistribusi ke seluruh penjuru dunia.
Di abad ke 21 ini, pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja, dan bertahan dengan menggunakan kecakapan hidup (life skills).
Sering kita mendengar adanya trending issue bahwa kita berada pada masa revolusi industri 4.0 tanpa kita sendiri memahami apa sebenarnya urgensinya. Bahwa proses revolusi industri 4.0 yang merupakan kelanjutan dari revolusi industri sebelumnya diindikasikan dengan lahirnya beberapa penemuan, antara lain: artificial intelligence, nanotechnology, genomics, internet of things, dan lain-lain yang terjadi pada saat yang berdekatan.
Banyak kerangka kerja (framework) yang membahas tentang aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam era abad 21. Salah satunya adalah Framework 21-st Century Education yang dibuat oleh WEF (World Economic Forum). Ada 3 bagian dari kerangka kerja Pendidikan Abad 21 menurut WEF tersebut, yaitu: literasi dasar (foundational literacies), kompetensi (competencies), dan kualitas karakter (character qualities).
Untuk menunjang pendidikan Abad 21 tersebut, diperlukan 16 keterampilan penting, yaitu:
- Literacy
- Numeracy
- Scientific literacy
- ICT literacy
- Financial literacy
- Cultural and civic literacy
- Critical thinking/problem-solving
- Creativity
- Communication
- Collaboration
- Curiosity
- Initiative
- Persistence/grit
- Adaptability
- Leadership
- Social and cultural awareness
Oleh pemerintah Indonesia, ketiga keterampilan inipun diadaptasi dalam kurikulum, dari pendidikan dasar hingga tinggi guna mengembangkan pendidikan menuju Indonesia Kreatif tahun 2045. Indonesia Kreatif ini didukung oleh hasil penelitian yang menunjukkan adanya pergeseran pekerjaan di masa datang. Piramid pekerjaan di masa datang menunjukkan bahwa jenis pekerjaan tertingi adalah pekerjaan kreatif (creative work). Sedangkan pekerjaan rutin akan diambil alih oleh teknologi robot dan otomasi. Pekerjaan kreatif membutuhkan intelegensia dan daya kreativitas manusia untuk menghasilkan produk-produk kreatif dan inovatif. Para manajer perusahaan sering bertanya “apakah tamatan sekolah siap bekerja?”, lalu apa kira-kira jawabannya? Not really! (Trilling dan Fadel, 2009: 7). Studi yang dilakukan Trilling dan Fadel (2009) juga menunjukkan bahwa tamatan sekolah menengah, diploma dan perguruan tinggi masih kurang kompeten dalam hal:
1. Komunikasi oral maupun tertulis
2. Berpikir kritis dan mengatasi masalah
3. Etika bekerja dan profesionalisme
4. Bekerja secara tim dan berkolaborasi
5. Bekerja di dalam kelompok yang berbeda
6. Menggunakan teknologi
7. Manajemen projek dan kepemimpinan
2. Berpikir kritis dan mengatasi masalah
3. Etika bekerja dan profesionalisme
4. Bekerja secara tim dan berkolaborasi
5. Bekerja di dalam kelompok yang berbeda
6. Menggunakan teknologi
7. Manajemen projek dan kepemimpinan
Mengingat hal-hal di atas, sebagai guru di jenjang pendidikan dasar (9 tahun wajib belajar), seyogyanya mulai mengkondisikan pendidikan yang diperlukan bagi para peserta didik agar siap berkompetisi di masa depannya kelak. Dengan spirit keagamaan yang mumpuni, teknologi menjadi suatu senjata yang ampuh dalam menumbuhkan karakter yang dibutuhkan bagi keberhasilan mereka di masa yang akan datang.
Menarik sekali jika kita melakukan perbincangan tentang pendidikan abad 21 ini, terutama berkaitan dengan tugas dan fungsi kita sebagai pendidik. Untuk itu, dalam kesempatan DJJ ini, kita akan melakukan diskusi dalam webminar yaitu seminar tentang pendidikan abad 21 di dalam website DJJ kelas Media Pembelajaran berbasis Multimedia MTs/SMP.
Selamat berdiskusi!